Custom Search

Tuesday, June 30, 2015

PERANG BADAR (Perang di zaman Rasulullah)

Seburuk-buruk generasi adalah orang-orang kafir yang dipimpin oleh “Fir’aun umat ini”, yaitu Abu Jahal. Mereka telah memerangi generasi umat terbaik yan gpernah hidup di muka bumiyang berada di bawah komando baginda Rasulullah SAW.

Namun demikian, “burung-burung Ababil” tidak akan menghampiri kaum kafir untuk mencegah peperangan dan pertempuran di antara kedua pasukan tersebut. Justru yang terjadi sebaliknya, semua perangkat dan kondisi yang ada mendorong kedua pasukan ini ingin berperang, walaupun kedua pasukan ini enggan untuk berperang. Allah SWT berfirman :


وَلَوْ تَوَاعَدْتُمْ لَاخْتَلَفْتُمْ فِي الْمِيعَادِ وَلَكِنْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا

Artinya : “Sekiranya kamu mengadakan persetujuan (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kamu tidak sependapat dalam menentukan hari pertempuran itu, akan tetapi (Allah mempertemukan dua pasukan itu) agar dia melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan...” (Al Anfal: 42).



وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ الْتَقَيْتُمْ فِي أَعْيُنِكُمْ قَلِيلًا وَيُقَلِّلُكُمْ فِي أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِيَ اللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا وَإِلَى اللَّهِ تُرْجَعُ الْأُمُورُ

Artinya : “Dan ketika Allah menampakkan mereka kepada kamu sekalian, ketika kamu berjumpa dengan mereka berjumlah sedikit pada penglihatan matamu dan kamu ditampakkan-Nya berjumlah sedikit pada penglihatan mata mereka, Karena Allah hendak melakukan suatu urusan yang mesti dilaksanakan. dan hanyalah kepada Allah-lah dikembalikan segala urusan.” (Al Anfal: 44).

Walau bagaimanapun pertempuran pasti terjadi. Namun, sebelum pertempuran dimulai “burung-burung Ababil” tidak kunjung turun mengambil bagian. Padahal, pasukan kaum beriman jauh berlipat-lipat lebih mulia di sisi Allah SWT dibandingkan dengan penduduk kota Makkah ketika diserbu oleh Abrahah. Yang terjadi adalah sunatullah yang baru :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَنْصُرُوا اللَّهَ يَنْصُرْكُمْ وَيُثَبِّتْ أَقْدَامَكُمْ

Artinya : “Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu.” (Muhammad: 7).

Isi dari aturan baru dalam menghadapi kaum zalim ini adalah :
  • Mesti memilih tempat (posisi) yang tepat
  • Mesti melakukan musyawarah yang bersih /hakiki
  • Mesti mengatur dan menyusun abgian yang kokoh
  • Mesti menyatukan dan mengharmoniskan hati
  • Mesti membawa pedang (senjata)
  • Harus ada perencanaan (strategi) yang jitu dan akurat
  • Harus memanjatkan doa sepenuh hati
  • Harus memiliki keteguhan hati yang kokoh; dan
  • Harus dilalui dengan penderitaan, luka yang mengoyak, darah yang bersimbah, dan gugurnya para syuhada.
Baru setelah semua ini dilalui, “burung-burung Ababil” pun turun. Pertolongan Allah SWT akan datang berupa malaikat, hujan, rasa takut dan gentar yang menyusupu hati orang-orang kafir, atau perepecahan dan pertiakian yang etrjadi di tengah-tengah barisan musuhdalam bentuk apa saja yang dikehendaki Allah SWT, Rabb semesta alam. Akan tetapi, yang paling penting adalah harus berbuat dan berusaha; harus bergerak dan berjuang secara aktif.





0 comments:

Post a Comment