Custom Search

Thursday, November 20, 2014

Ayat dan Hadist tentang niat dan Keikhlasan dalam Kehidupan

1. Firman Allah Q.S. Al Bayyinah ayat 5 :

Artinya : Allah Ta'ala berfirman : "Padahal mereka tidak disuruh kecuali menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat ; dan yang demikian itulah agama yang lurus."

2. Firman Allah dalam al-Hajj : ayat 37
Allah Ta'ala berfirman : "Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaanmulah yang dapat mencapainya."

3. Firman ALlah Q.S. Al.Imran ayat 29 

Allah Ta'ala berfirman : "Katakanlah, Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu menampakkannya, pasti Allah mengetahuinya."

4. Hadist Bukhari dan Muslim 

وعن أميرالمؤمنين أبى حفص عمربن الخطّاب ببن نفيل بن عبدالعزّى بن رياح ابن عبداللّه بن قرط بن رزاح بن عدى ّبن كعب بن لؤى ّبن غالب القرشى ّالعدوى ّرضى اللّه عنه قال : سمعت رسول اللّه صلّى اللّه عليه وسلّم يقول : انّماالاعمال بالنّيّات وانّمالكلّ امرءمانوى فمن كانت هجرته إلى اللّه ورسوله فهجرته إلى اللّه ورسوله ، ومن كانت هجرته لدنيايصيبهاأوامرأةينكحهافهجرته إلى ماهجراليه٠متفق على صحّته

Dari Amiril Mukminin Abu Hafsh Umar bin Khathab bin Nufail bin Abdul Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurth bin Razah bin Adiy bin Ka'ab bin Lu'ay bin Ghalib Al-Qurasyiy Al-Adawiy ra., ia berkata : Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda : "Setiap amal disertai dengan niat. Setiap amal seseorang tergantung dengan apa yang diniatkannya. Karena itu, siapa saja yang hijrahnya (dari Makkah ke Madinah) karena Allah dan Rasul-Nya (melakukan hijrah demi mengagungkan dan melaksanakan perintah Allah dan utusan-Nya), maka hijrahnya tertuju kepada Allah dan Rasul-Nya (diterima dan diridhai Allah). Tetapi siapa saja yang melakukan hijrah demi kepentingan dunia yang akan sdiperolehnya, atau karena perempuan yang akan dinikahinya maka hijrahnya sebatas kepada sesuatu yang menjadi tujuannya (tidakditerima oleh Allah)."

5. Hadist Bukhari dan Muslim 
 وعن أمّ المؤمنين أمّ عبداللّه عاءشة رضى اللّه عنهاقالت : قال رسول اللّه : يغزوجيش الكعبةفاذاكانواببيداءمن الارض يخسف بأوّلهم وآخرهم قالت قلت يارسول اللّه كيف يخسف باوّلهم وآخرهم وفيهم أسواقهم ومن لس منهم ؟ قال : يخسف باوّلهم وآخرهم ثمّ يبعثون على نيّاتهم٠متفق عليه ، هذالفظ البخارى


Dari Ummul Mukminin Ummu Abdillah Aisyah ra., ia berkata : Rasulullah saw. bersabda : "Ada sekelompok pasukan yang akan menyerang Ka'bah, namun ketika mereka sampai ditanah lapang, maka mereka dibinasakan dari muka sampai yang paling belakang. Aisyah bertanya : "Wahai Rasulullah, bagaimana mereka dibinasakan dari depan sampai yang paling belakang, padahal di antara mereka ada orang yang berbelanja serta ada pula orang yang bukan dari golongan mereka?" Beliau menjawab : "Mereka dibinasakan dari depan sampai yang paling akhir, kemudian mereka akan dibangkitkan sesuai dengan niatnya masing-masing."
  


 

Nikmatnya Lisan



Diantara nikmat besar yang Allah anugrehakan kepada kita adalah nikmat Lisan. Nikmat kita diberi lisan oleh Allah SWT, nikmat Allah memberikan kita untuk bisa berbicara. Di dalam surat al-Balad Allah berfirman
"Alam Naj’allahu iinain, walisanan wasyafatain",
Bukankah telah kami berikan kepadanya dua mata dan telah memberikan kepada manusia lisan, dan dua bibir.
Di dalam surat Muhammad Allah juga menjelaskan bahkan dalam surat ini ada isyarat bahwa nikamtul lisan (pemberian Allah yang berupa lisan) hanya Allah berikan kepada manusia.
Khalaqal Insan ‘Allamahul Bayan”
Allah SWT yang telah menciptakan manusia, dan Allah Swt yang telah memberikan kemampuan untuk berbicara.

Dan hal ini yang kita rasakan saat ini. Komunikasi Lisan sangat membantu kesuksesan urusan-urusan duniawi kita.
Nikmat lisan ini dapat menghadirkan dan membawa kebahagiaan bagi kita di dunia maupun di akhirat atau sebaliknya. Bisa membahayakan kita didunia maupun di akhirat itu semua tergantung bagaimana kita mengelola lisan kita.