Custom Search
Showing posts with label RAMADHAN. Show all posts
Showing posts with label RAMADHAN. Show all posts
Tuesday, June 30, 2015
Keutamaan Sepuluh Hari ketiga Ramadhan
Ummul
Mu`minin ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha mengisahkan tentang Nabi shallallahu
‘alaihi wa sallam pada 10 terakhir Ramadhan kurang lebih sebagai berikut :
“Adalah
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam apabila memasuki 10 terakhir Ramadhan,
beliau mengencangkan tali sarungnya (yakni meningkat amaliah ibadah beliau),
menghidupkan malam-malamnya, dan membangunkan istri-istrinya.” Muttafaqun
‘alaihi
Pertama
: Bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam serius dalam melakukan amaliah
ibadah lebih banyak dibanding hari-hari lainnya. Keseriusan dan peningkatan
ibadah di sini tidak terbatas pada satu jenis ibadah tertentu saja, namun
meliputi semua jenis ibadah baik shalat, tilawatul qur`an, dzikir, shadaqah,
dll.
Kedua
: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membangunkan istri-istri beliau agar
mereka juga berjaga untuk melakukan shalat, dzikir, dan lainnya. Hal ini karena
semangat besar beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam agar keluarganya juga dapat
meraih keuntungan besar pada waktu-waktu utama tersebut. Sesungguhnya itu
merupakan ghanimah yang tidak sepantasnya bagi seorang mukmin berakal untuk
melewatkannya begitu saja.
Ketiga
: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf pada 10 Terakhir ini,
demi beliau memutuskan diri dari berbagai aktivitas keduniaan, untuk beliau
konstrasi ibadah dan merasakan lezatnya ibadah tersebut.
Keempat
: Pada malam-malam 10 Terakhir inilah sangat besar kemungkinan salah satu di
antaranya adalah malam Lailatur Qadar. Suatu malam penuh barakah yang lebih
baik daripada seribu bulan.
Keutamaan Sepuluh Hari kedua Ramadhan
Setelah berhasil melalui fase pertama yang sudah
pasti cukup berat karena tubuh dan pikiran berusaha beradaptasi dengan kondisi
saat puasa, maka 10 hari kedua Ramadhan ini mungkin akan terasa lebih ringan
karena akhirnya tubuh sudah mulai terbiasa dengan aktivitas puasa yang menuntut
seseorang untuk tidak makan dan minum dimulai sejak matahari terbit hingga saat
matahari terbenam.
Untuk
keutamaan 10 hari kedua Ramadhan seperti yang disebutkan didalam hadist Dari
Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu, dimana Ia berkata bahwa Rasulullah SAW
bersabda: “Awal bulan Ramadhan adalah Rahmah, pertengahannya Maghfirah dan
akhirnya Itqun Minan Nar (pembebasan dari api neraka)”. Nah, pada fase kedua
atau fase 10 hari kedua Ramadhan inilah Allah membukakan pintu magfirah atau
ampunan yang seluas-luasnya.
Karenanya
Jangan sampai kita melewatkan hari-hari penuh ampunan yang telah dijanjikan
oleh Allah SWT dengan sia-sia. Pada waktu-waktu inilah saat yang paling tepat
untuk memperbanyak doa serta memohon ampunan kepada Allah SWT atas segala
dosa-dosa yang telah kita lakukan di masa lalu agar diampuni dan dibebaskan
dari hukuman.
Perbanyaklah
melakukan sholat malam, berdoa dan berdzikir karena pada 10 hari kedua Ramadhan
ini merupakan kesempatan yang diberikan oleh Allah SWT untuk mengurangi
dosa-dosa yang telah kita perbuat. Dengan memohon ampunan dengan tulus dan
bersungguh-sungguh serta bertobat dari hati yang terdalam Insya Allah pasti
mendapatkan ampunan-Nya.
Keutamaan Sepuluh Hari Pertama Ramadhan
Pada
sepuluh hari pertama bulan Ramadhan Allah SWT memberikan rahmat dan
limpahan pahala dari berbagai amalan yang kita lakukan selama puasa. Fase-fase
10 hari pertama Ramadhan memang merupakan fase terberat dan tersulit karena
merupakan fase peralihan dari kebiasaan pola makan normal menjadi harus menahan
lapar dan haus mulai dari subuh hingga magrib.
Selain
itu ternyata tidak hanya tubuh saja yang melakukan adaptasi, pada fase 10 hari
pertama Ramadhan ini pikiran kita juga sedang berusaha melakukan beradaptasi
atau penyesuaian dengan penuh kesabaran dan keikhlasan untuk dapat
menunaikannya. Oleh sebab itu pada 10 hari pertama Ramadhan ini Allah SWT
memberikan keistimewaan dengan membukakan pintu rahmat yang sebesar-besarnya
bagi hamba-Nya yang telah sabar dan ikhlas dalam menunaikan puasa selama 10
hari pertama dibulan Ramadhan dengan penuh keimanan dan ketakwaan kepada Allah
SWT.
Untuk
itu jangan sampai kita melewatkan kesempatan mendapatkan rahmat dari Allah SWT
selama 10 hari pertama Ramadhan dengan hanya berdiam diri tanpa melakukan aktifitas.
Manfaatkanlah setiap hari dibulan Ramadhan sebagai ladang ibadah. Lakukanlah
kebaikan sebanyak-banyaknya dengan memperbanyak tilawah Al Quran, berdoa,
sholat shunah, beramal shaleh dan membantu orang lain. Selain itu bekerja,
memperbanyak silahturahmi, serta menjaga hubungan baik juga merupakan sebuah
ibadah. Semoga semua ibadah yang kita lakukan selama bulan Ramadhan diberkahi
serta dirahmati Allah SWT.




Categories :
admin

